Konversi dan Manajemen berbagai format E-book dengan Calibre
Dengan mulai meluasnya peredaran berbagai perangkat elektronik, khususnya pembaca ebook ( ebook reader), ebook yang biasanya berformat PDF kini terdapat puluhan format ebook yang berbeda. Masing-masing perangkat kadang hanya bisa membaca format ebook tertentu. Bagaimana jika kita hanya punya ebook dalam format PDF dan ingin di konversi ke forma lain ? Kita bisa menggunakan software gratis, Calibre.
Calibre tidak hanya gratis (free), tetapi juga open source. Konversi berbagai format ebook hanya merupakan salah satu fitur yang disertakannya. Calibre memberikan berbagai fitur termasuk Manajemen Koleksi ebook yang kita miliki, sinkronisasi ebook dengan ebook reader, download berita dari website dan dijadikan ebook, pembuka berbagai format ebook dan lainnya.
Kali ini kita akan sedikit membahas tentang konversi berbagai format Ebook. Jika kita hanya punya satu format ebook, misalnya PDF, dan ingin membaca ebook di perangkat lainnya, maka Calibre merupakan software yang cocok untuk melakukan hal ini.
Format yang didukung
Untuk masukan file (Input), format file yang didukung yaitu : CBZ, CBR, CBC, CHM, EPUB, FB2, HTML, LIT, LRF, MOBI, ODT, PDF, PRC**, PDB, PML, RB, RTF, SNB, TCR, TXT.
Selanjutnya untuk keluaran atau hasil konversi ebook (Output) adalah : EPUB, FB2, OEB, LIT, LRF, MOBI, PDB, PML, RB, PDF, SNB, TCR, TXT
Melihat format-format diatas, format dokumen doc tidak terlihat. Hal ini karena format doc dinilai kurang (tidak) konsisten dengan spesifikasi formatnya sendiri. Sehingga jika kita punya dokumen dalam format doc, sebaiknya disimpan (export) dalam format PDF terlebih dahulu atau disimpan dalam format RTF, baru kemudian di konversi ke format ebook lainnya.
Penggunaan
Untuk menggunakan Calibre, setelah di download dan di install, maka setelah dijalankan pertama kali, Calibre akan menanyakan lokasi (folder) untuk menempatkan ebook yang kita masukkan. Tampilan Calibre halaman utama seperti berikut:
Setelah Calibre dijalankan, maka kita bisa langsung menambahkan ebook-ebook ke dalamnya ( melalui Icon Add books ). Selanjutnya Calibre akan mengatur dan menampilkan ebook, bisa berdasarkan format filenya (ebook), penulisnya, seri, penerbit, rating dan lainnya.
Beberapa fungsi yang bisa didapatkan baik melalui menu di Icon program atau klik kanan dari daftar ebook, antara lain :
Mengubah (edit) metadata. Untuk mengubah informasi internal tentang ebook, misalnya: Penulis, judul, tags, penerbit, cover buku, ISBN memberikan komentar dan lainnya
Konversi Format Ebook, baik konversi ebook yang dipilih (melalui menu Convert Individually) atau langsung banyak ebook (Bulk convert).
Membuka langsung ebook yang ada. Jika kita mendapatkan format ebook yang tidak bisa dibuka, maka bisa kita coba masukkan ke Calibre dan lihat/baca melalui menu View.
Membagi ebook (share)
mendapatkan berita dari website tertentu (menu Fetch news)
Menyimpan ebook format tertentu ke folder/disk
Calibre bisa didapatkan dari halaman Download website http://calibre-ebook.com. Tersedia untuk Windows (ukuran 37 MB), Mac dan Linux
Selasa, 06 Maret 2012
Senin, 23 Januari 2012
Mengenal "GOODREADS" Jejaring Hobi Baca
Oleh Ruwaidah Aliyu
Sebaiknya dibaca dan diikuti oleh guru, pustakawan dan bookmania
Situs jejaring social semakin banyak diminati orang untuk menjalin pertemanan dan memperluas jaringan. Beragam situs jejaring social pun bermunculan dan menawarkan kelebihan masing-masing dalam tulisan ini saya akan memperkenalkan kepada teman-teman guru dan pustakawaan khususnya di Gorontalo tentang GOODREADS.
Goodreads adalah jejaring social tak hanya mendukung pertemanan dan memperluas jaringan, namun mempu menambah wawasan dan pengetahuan seputar buku. Goodreads ibarat sebuat perpustakaan online, katalog online, dan juga tempat nongkrong pustakaawan , guru, peminat buku, atau bukumania dan memperoleh informasi tentang buku, dan bagi penulis jejaring social ini merupakan tempat mempromosikan buku.
Goodreads memliki kelebihan antara lain anggota dapat menemukan semua informasi berkaitan dengan buku seperti kutipan, ulasan, kuis, diskusi, profil penulis dan infor sejenisnya.
Tak hanya itu seriap anggota Goodreads juga bisa menulis ulasan mereka mengenai sebuat buku dan menambahkan buku-buku baru kedalam koleksi Goodreads. Merekapun bisa merekomendasikan buku-buku berkualitas kepada para anggota lainnya dengan mudah, Goodreads menyediakan koleksi e-book menarik yang bisa di unduh secara gratis dan program promosi bagi-bagi buku kepada anggota yang beruntung.
Caranya mudah
masuk ke http://www.goodreads.com/ dan silahkan daftar (sama dengan facebook)
selamat mencoba jika ada kesulitan infokan via komentar blogini
Sebaiknya dibaca dan diikuti oleh guru, pustakawan dan bookmania
Situs jejaring social semakin banyak diminati orang untuk menjalin pertemanan dan memperluas jaringan. Beragam situs jejaring social pun bermunculan dan menawarkan kelebihan masing-masing dalam tulisan ini saya akan memperkenalkan kepada teman-teman guru dan pustakawaan khususnya di Gorontalo tentang GOODREADS.
Goodreads adalah jejaring social tak hanya mendukung pertemanan dan memperluas jaringan, namun mempu menambah wawasan dan pengetahuan seputar buku. Goodreads ibarat sebuat perpustakaan online, katalog online, dan juga tempat nongkrong pustakaawan , guru, peminat buku, atau bukumania dan memperoleh informasi tentang buku, dan bagi penulis jejaring social ini merupakan tempat mempromosikan buku.
Goodreads memliki kelebihan antara lain anggota dapat menemukan semua informasi berkaitan dengan buku seperti kutipan, ulasan, kuis, diskusi, profil penulis dan infor sejenisnya.
Tak hanya itu seriap anggota Goodreads juga bisa menulis ulasan mereka mengenai sebuat buku dan menambahkan buku-buku baru kedalam koleksi Goodreads. Merekapun bisa merekomendasikan buku-buku berkualitas kepada para anggota lainnya dengan mudah, Goodreads menyediakan koleksi e-book menarik yang bisa di unduh secara gratis dan program promosi bagi-bagi buku kepada anggota yang beruntung.
Caranya mudah
masuk ke http://www.goodreads.com/ dan silahkan daftar (sama dengan facebook)
selamat mencoba jika ada kesulitan infokan via komentar blogini
Kamis, 24 November 2011
MANIFESTO UNESCO TENTANG PERPUSTAKAAN
Berikut ini merupakan inti dari dikeluarkannya Manifesto UNESCO tahun 1972 dan 1994 tentang perpustakaan.
Badan Dunia melalui UNESCO mengeluarkan sebuah manifesto mengenai Perpustakaan Umum pada tahun 1972, yang menyatakan bahwa Perpustakaan umum mempunyai 4 tujuan utama, antara lain :
1.Memberikan kesempatan bagi umum untuk membaca bahan pustaka yang dapat membantu meningkatkan mereka ke arah kehidupan yang lebih baik.
2.Menyediakan sumber informasi yang cepat, tepat dan murah bagi masyarakat, terutama informasi mengenai topik yang berguna bagi mereka dan yang sedang hangat dalam kalangan masyarakat.
3.Membantu warga untuk mengembangkan kemampuan yang dimilikinya sehingga akan bermanfaat bagi masyarakat sekitarnya, sejauh kemampuan tersebut dapat dikembangkan dengan bantuan bahan pustaka yang berkesinambungan.
4.Bertindak selaku agen kultural, artinya perpustakaan umum merupakan pusat utama kehidupan budaya bagi masyarakat sekitarnya. Dengan demikian Perpustakaan umum bertugas menumbuhkan apresiasi budaya masyarakat sekitarnya dengan cara menyelenggarakan pameran budaya, ceramah, pemutaran film budaya dan penyediaan informasi yang dapat meningkatkan keikutsertaan, kegemaran dan apresiasi masyarakat terhadap segala bentuk seni budaya.
Sedangkan, pada tahun 1994 UNESCO mengeluarkan Manifesto tentang Perpustakaan Sekolah, berikut ini adalah tujuan utama dari manifesto tersebut:
1)Menciptakan dan menguatkan kebiasaan membaca sejak usia dini.
2)Mendukung pelaksanaan bagi pendidikan formal maupun bagi perorangan yang belajar mandiri.
3)Memberikan peluang bagi pengembangan kreativitas perorangan
4)Merangsang imajinasi serta kreativitas anak dan kaum muda.
5)Mempromosikan warisan budaya, penghargaan atas seni, penemuan ilmiah dan inovasi.
6)Menyediakan akses pada ekspresi budaya dan semua pertunjukan seni.
7)Membina dialog antar budaya dan mendukung keanekaragaman budaya
8)Membantu budaya lisan
9)Menjamin akses atas semua jenis informasi kemasyarakatan bagi semua warga.
Badan Dunia melalui UNESCO mengeluarkan sebuah manifesto mengenai Perpustakaan Umum pada tahun 1972, yang menyatakan bahwa Perpustakaan umum mempunyai 4 tujuan utama, antara lain :
1.Memberikan kesempatan bagi umum untuk membaca bahan pustaka yang dapat membantu meningkatkan mereka ke arah kehidupan yang lebih baik.
2.Menyediakan sumber informasi yang cepat, tepat dan murah bagi masyarakat, terutama informasi mengenai topik yang berguna bagi mereka dan yang sedang hangat dalam kalangan masyarakat.
3.Membantu warga untuk mengembangkan kemampuan yang dimilikinya sehingga akan bermanfaat bagi masyarakat sekitarnya, sejauh kemampuan tersebut dapat dikembangkan dengan bantuan bahan pustaka yang berkesinambungan.
4.Bertindak selaku agen kultural, artinya perpustakaan umum merupakan pusat utama kehidupan budaya bagi masyarakat sekitarnya. Dengan demikian Perpustakaan umum bertugas menumbuhkan apresiasi budaya masyarakat sekitarnya dengan cara menyelenggarakan pameran budaya, ceramah, pemutaran film budaya dan penyediaan informasi yang dapat meningkatkan keikutsertaan, kegemaran dan apresiasi masyarakat terhadap segala bentuk seni budaya.
Sedangkan, pada tahun 1994 UNESCO mengeluarkan Manifesto tentang Perpustakaan Sekolah, berikut ini adalah tujuan utama dari manifesto tersebut:
1)Menciptakan dan menguatkan kebiasaan membaca sejak usia dini.
2)Mendukung pelaksanaan bagi pendidikan formal maupun bagi perorangan yang belajar mandiri.
3)Memberikan peluang bagi pengembangan kreativitas perorangan
4)Merangsang imajinasi serta kreativitas anak dan kaum muda.
5)Mempromosikan warisan budaya, penghargaan atas seni, penemuan ilmiah dan inovasi.
6)Menyediakan akses pada ekspresi budaya dan semua pertunjukan seni.
7)Membina dialog antar budaya dan mendukung keanekaragaman budaya
8)Membantu budaya lisan
9)Menjamin akses atas semua jenis informasi kemasyarakatan bagi semua warga.
Selasa, 25 Oktober 2011
PERPUSTAKAAN V INTERNET
perpustakaan vs internet
satu harapan – satu impian – satu cinta untuk perpustakaan
hayo…seandainya disuruh memilih, anda akan memilih mana hayo. perpustakaan ato internet! pasti semuanya akan dengan kompak memilih internet. ya ga? karena dengan internet kita akan bisa menengok perpustakaan. tapi sebaliknya, di perpustakaan kita tidak akan dapat menikmati internet. hahaha…setidaknya itu yang masih terjadi di negeri kita tercinta ini, indonesia.
yang menjadi pertanyaan saat ini adalah bisakah kemudian internet akan menggeser perpustakaan? bisa saja. karena ya itu tadi, karena internet akan lebih memberi kemudahan kepada kita daripada harus masuk ke perpustakaan yang pasti akan dihadapkan dengan debu dan bau yang ga sedap. apalagi dengan librariannya yang kusut-kusut dan sering cemberut daripada sikap menyapanya.dengan berinternet di rumah, di kantor atopun di warnet kita akan dimanjakan dengan infomasi yang mahaluas. dan lebih semangat dibanding kita harus pergi ke perpustakaan. dengan berinternet kita bisa menikmati informasi yang kadang tidak akan kita temukan di perpustakaan.perpustakaan, apa yang akan kau lakukan jika kompetitor kamu sudah berkembang sedemikian rupa? bahkan memanjakan pelanggannya? apakah yang akan kamu lakukan jika pelanggan u akan meninggalkan kamu? dan apakah yang bisa kamu lakukan jika kamu tidak lagi dikenal dan disayang pelanggan paling setiamu?
SUMBER http://perpustakaanku.wordpress.com
satu harapan – satu impian – satu cinta untuk perpustakaan
hayo…seandainya disuruh memilih, anda akan memilih mana hayo. perpustakaan ato internet! pasti semuanya akan dengan kompak memilih internet. ya ga? karena dengan internet kita akan bisa menengok perpustakaan. tapi sebaliknya, di perpustakaan kita tidak akan dapat menikmati internet. hahaha…setidaknya itu yang masih terjadi di negeri kita tercinta ini, indonesia.
yang menjadi pertanyaan saat ini adalah bisakah kemudian internet akan menggeser perpustakaan? bisa saja. karena ya itu tadi, karena internet akan lebih memberi kemudahan kepada kita daripada harus masuk ke perpustakaan yang pasti akan dihadapkan dengan debu dan bau yang ga sedap. apalagi dengan librariannya yang kusut-kusut dan sering cemberut daripada sikap menyapanya.dengan berinternet di rumah, di kantor atopun di warnet kita akan dimanjakan dengan infomasi yang mahaluas. dan lebih semangat dibanding kita harus pergi ke perpustakaan. dengan berinternet kita bisa menikmati informasi yang kadang tidak akan kita temukan di perpustakaan.perpustakaan, apa yang akan kau lakukan jika kompetitor kamu sudah berkembang sedemikian rupa? bahkan memanjakan pelanggannya? apakah yang akan kamu lakukan jika pelanggan u akan meninggalkan kamu? dan apakah yang bisa kamu lakukan jika kamu tidak lagi dikenal dan disayang pelanggan paling setiamu?
SUMBER http://perpustakaanku.wordpress.com
Senin, 24 Oktober 2011
Cara Menambah Dan Mendaftarkan Akun Email Baru Untuk Domain Pribadi
Tulisan ini saya buat karena begitu banyaknya pertanyaan dari guru saya dan teman-teman tentang email yang ada nama sekolah contoh ruwaidah.aliyu@sdn1tolotio.sch.id, kata mreka "Email gaul" he he he
Email pribadi adalah nama email dengan menggunakakan url domain sekolah dan tentunya ini akan merupakan hal yang baru dikembangkan oleh suatu lembaga, cara membuka adalah sebagai berikut:
1.Buka internet, klik Mozilla atau yang bias dipakai akses internet
2.Ketik di url : http://mail.sdn1tolotio.sch.id
3.Ketik username nama “ ruwaidah.aliyu ” (tidak pakai tanda petik)
4.Ketik password “ . . . . . . . . .“
5.Silahkan membuka dan mengirim email
Cara Menambah Dan Mendaftarkan Akun Email Baru Untuk Domain Pribadi – Salah satu hal yang seringkali membingungkan bagi para netter pemula seperti saya adalah ketika ingin menambahkan akun email untuk domain. Artikel ini adalah kelanjutan dari artikel saya sebelumnya tentang Cara Membuat Email Dengan Domain Sendiri Untuk artikel ini saya lanjutkan dengan cara menambahkan dan mendaftarkan akun email dengan domain sendiri. Mungkin maksud dari kata-kata saya susah di mengerti. Oleh karena itu saya ingin memberi contoh.
Misalanya, ketika anda anda akan membuat sebuah akun email di yahoo misalnya maka alamat URL yang anda buka adalah http://mail.yahoo.com.
Setelah alamat tersebut terbuka, maka akan disediakan tombol SIGN UP untuk membuat sebuah email baru.
Lalu bagaimana cara SIGN UP email untuk domain kita sendiri ?
Cara ini mungkin sedikit agak ribet karena ketika kita membuka URL untuk email domain kita dihalaman utama tidak terdapat menu untuk create new account atau sign up. Contoh, ketika saya membuka http://mail.sdn1tolotio.sch.id. maka yang muncul sebelum admin login seperti gambar berikut :
Kalau diperhatikan pada halaman diatas tidak terdapat menu untuk sign up atau create new account. Setelah login dengan user admin juga masih demikian. Tetap tidak terdapat menu sign up.
Lalu bagaiman cara untuk menambahkan akun email baru ?
Misalnya kita ingin membuat sebuah email dengan alamat facebook@tenriewa.com
Untuk cara yang saya gunakan adalah terlebih dahulu login dengan user admin yang telah kita buat pada saat setting email untuk domain kita.
Setelah login dengan user admin saya masuk ke URL ini https://www.google.com/a/cpanel/tenriewa.com/Dashboard
Pada saat link ini terbuka maka akan tampil halaman berikut :
Pada halaman ini telah terdapat menu untuk Create New Account dan beberap menu pengaturan lainnya.
Untuk mendaftarkan sebuah email baru silahkan klik create new account dan ikuti langkah selanjutnya.
Mudah-mudahan informasi ini bermamfaat.
Ruwaidah Aliyu
Email pribadi adalah nama email dengan menggunakakan url domain sekolah dan tentunya ini akan merupakan hal yang baru dikembangkan oleh suatu lembaga, cara membuka adalah sebagai berikut:
1.Buka internet, klik Mozilla atau yang bias dipakai akses internet
2.Ketik di url : http://mail.sdn1tolotio.sch.id
3.Ketik username nama “ ruwaidah.aliyu ” (tidak pakai tanda petik)
4.Ketik password “ . . . . . . . . .“
5.Silahkan membuka dan mengirim email
Cara Menambah Dan Mendaftarkan Akun Email Baru Untuk Domain Pribadi – Salah satu hal yang seringkali membingungkan bagi para netter pemula seperti saya adalah ketika ingin menambahkan akun email untuk domain. Artikel ini adalah kelanjutan dari artikel saya sebelumnya tentang Cara Membuat Email Dengan Domain Sendiri Untuk artikel ini saya lanjutkan dengan cara menambahkan dan mendaftarkan akun email dengan domain sendiri. Mungkin maksud dari kata-kata saya susah di mengerti. Oleh karena itu saya ingin memberi contoh.
Misalanya, ketika anda anda akan membuat sebuah akun email di yahoo misalnya maka alamat URL yang anda buka adalah http://mail.yahoo.com.
Setelah alamat tersebut terbuka, maka akan disediakan tombol SIGN UP untuk membuat sebuah email baru.
Lalu bagaimana cara SIGN UP email untuk domain kita sendiri ?
Cara ini mungkin sedikit agak ribet karena ketika kita membuka URL untuk email domain kita dihalaman utama tidak terdapat menu untuk create new account atau sign up. Contoh, ketika saya membuka http://mail.sdn1tolotio.sch.id. maka yang muncul sebelum admin login seperti gambar berikut :
Kalau diperhatikan pada halaman diatas tidak terdapat menu untuk sign up atau create new account. Setelah login dengan user admin juga masih demikian. Tetap tidak terdapat menu sign up.
Lalu bagaiman cara untuk menambahkan akun email baru ?
Misalnya kita ingin membuat sebuah email dengan alamat facebook@tenriewa.com
Untuk cara yang saya gunakan adalah terlebih dahulu login dengan user admin yang telah kita buat pada saat setting email untuk domain kita.
Setelah login dengan user admin saya masuk ke URL ini https://www.google.com/a/cpanel/tenriewa.com/Dashboard
Pada saat link ini terbuka maka akan tampil halaman berikut :
Pada halaman ini telah terdapat menu untuk Create New Account dan beberap menu pengaturan lainnya.
Untuk mendaftarkan sebuah email baru silahkan klik create new account dan ikuti langkah selanjutnya.
Mudah-mudahan informasi ini bermamfaat.
Ruwaidah Aliyu
Senin, 12 September 2011
Jumat, 10 Juni 2011
Yang Namanya Pendidikan Harus Bayar (Tulisan Ini dimuat diharian Radar (7/6/2011)
ATPUSI : Yang namanya pendidikan bentuknya pendidikan gratis tetap saja bayar membutuhkan biaya, sehingga saya kurang sepakat untuk mengatakan istilah pendidikan gratis tetapi penddikan yang bermutu dan terjangkau”
Ketua Asosiasi Tenaga Perpustakaan Sekolah (ATPUSI) Kabupaten Gorontalo Ruwaidah Aliyu mengatakan sangat tidak cerdas orang yang mengatakan ada pendidikan gratis, walaupun ada biaya pendidikan tersebut disubsidi pemerintah. Ungkap ruwaidah yang juga kepala sekolah SDN 2 Isimu Selatan
“Apapun bentuknya pendidikan gratis tetap saja bayar membutuhkan biaya, sehingga saya kurang sepakat untuk mengatakan istilah pendidikan gratis tetapi penddikan yang bermutu dan terjangkau “ jelas Ruwaida lagi.
Sehubungan dengan polemik pendidikan gratis yang ramai dibicarakan saat ini, Ruwaidah selaku pengelola pendidikan merasa terpanggil sekaligus memberikan contoh kongkrit sistim pengelolaan pendidikan di Kabupaten Gorontalo dengan program pendidikan yang bermutu dan terjangkau khususnya sekolah yang dipimpinnya., Agar tidak terkesan sebagai koprol dan obyektifnya penyampaian saya ini maka saya mengutip kembali tulisan wartawan senior Bapak Indrawan dalam majalah Nasional Teachers Guide (24 oktober 2010). yang mengungkapkan kekagumannya tentang pengelolaan pendidikan di Gorontalo Pak Indrawan berita sekolah dengan topik “Orang Tua Terlibat Hasilnya Bagus Sekali” sehubungan dengan kunjungannya di salah satu SD di Kabupaten Gorontalo sebagaimana dalam situs http://teacherguideonline.blogspot.com/2010/10/orang-tua-terlibat-hasilnya-bagus-sekali.html.
Saat memasuki halaman sekolah SDN2 Isimu Selatan, rasa haru disambut ulur-ulur dan tarian adat oleh beberapa siswa pria berseragam sekolah. ”Sengaja kami latih mereka, karena anak-anak sudah banyak melupakan adat di Kecamatan Tibawa,” kata Abubakar Mootalu, tokoh adat setempat yang ketua forum kelas 6, didampingi Iskandar Ismail S.Ag, ketua Komite Sekolah yang juga orangtua murid.
Bukan hanya sebatas upaya penghargaan budaya setempat. Pihak orangtua melalui komite sekolah juga berbuat banyak, termasuk dalam hal fisik seperti mengecat sekolah, merehab perpustakaan, membuat meja baca, menghias taman, membuat bangunan tempat baca di taman, serta terlibat dalam pendampingan di kelas. Mereka rela bekerja, karena memahami dana pengecatan sudah digunakan untuk membeli buku dan CD pembelajaran. Sebuah transparansi pengelolaan sekolah yang berakibat tergeraknya orang tua untuk mendukung peningkatan dan kemajuan sekolah.
Dulunya sekolah ini kurang diminati masyarakat sekitar. Bagi sekolah sederhana yang berlokasi di pinggiran sawah dan jauh dari ramai kota, dukungan masyarakat berbagai pihak adalah segalanya. Adalah kejelian sang kepala sekolah, untuk menjalin networking dan menggali dukungan berbagai pihak.
Menurut kepala sekolah Ruwaidah Aliyu S.Pd., seluruh siswa, orangtua murid, dan para guru, kelihatan sangat antusias mendandani sekolah agar makin nyaman dan menyenangkan bagi proses belajar mengajar di sana. Ada meja baca di depan kelas, dengan buku-buku pinjaman dari Perpustakaan Daerah Gorontalo, yang selalu diperbaharui.
Karena keterbatasan dana, satu CPU komputer melayani 4 monitor, di mana keempat siswa bisa membuka program atau game edukatif. “Ini membiasakan literasi teknologi informasi pada mereka, sekaligus sebagai ‘rival’ dari rental komputer yang menyediakan game-game yang tidak edukatif bagi anak. Anak-anak gemar ke sini, bahkan buka sampai selepas jam belajar,” jelasnya.
Benar, sebagai sekolah binaan MGP-BE, SDN 2 Isimu Selatan telah berhasil menumbuhkan semangat pembelajaran yang maksimal, bahkan memanfaatkan IT.
Sekolah menjadi ramah pada anak, memanusiakan anak, serta kaya dengan keterikatan budaya setempat. Pembelajaran PAKEM mengubah mereka menjadi menghargai alam lingkungan dan budaya sendiri. Semua stakeholder sekolah tampak bersatu memberikan yang terbaik pada anak, meski pun kondisi keuangan sekolah terbatas.
Inilah potret perubahan yang amat nyata, dan patut kita renungkan bersama. Hendaknya ini dapat menjadi model bagi sekolah-sekolah rakyat di Indonesia, yang kerap berjuang dengan kesendiriannya, yang sepi, mengayuh kemajuan tanpa gandeng tangan, dan nyaris putus asa.TG
Berikut ini email yang saya terima bulan November 2010.
“Terima kasih Ibu Ruwaidah Aliyu, atas kesempatan saya dapat berkunjung melihat dan meliput suasana pembelajaran yang hidup di sekolah yang Ibu pimpin, sebagaimana termuat dalam laporan ini.
Seyogyanya sekolah bermutu karena prosesnya yang bermutu, bukan lantaran infrastruktur atau kelengkapan sarana.
Potret sekolah SD Isimu Selatan yang sederhana, namun hidup dan penuh dengan kreatifitas belajar, seyogyanya dapat menjadi contoh bagi banyak sekolah lain di berbagai pelosok Indonesia “ Salam pendidikan! (Indrawan Miga)
Jadi sekali lagi ini bukan koprol tapi saya ingin hanya membagi informasi seperti apa yang terjadi di Kabupaten Gorontalo saat ini yang menjadi rujukan Bank Dunia bagi 50 Kab/Kota untuk beguru di Kab. Gorontalo. Dan apa yang kami buat di SDN 2 Isimu Selatan belum apa-apanya jika dibandingkan dengan sekolah lain tapi kami membangun Praktek Baik penyelenggaraan pendidikan dengan kebersamaan meraih pendidikan yang bekualitas.
Ketua Asosiasi Tenaga Perpustakaan Sekolah (ATPUSI) Kabupaten Gorontalo Ruwaidah Aliyu mengatakan sangat tidak cerdas orang yang mengatakan ada pendidikan gratis, walaupun ada biaya pendidikan tersebut disubsidi pemerintah. Ungkap ruwaidah yang juga kepala sekolah SDN 2 Isimu Selatan
“Apapun bentuknya pendidikan gratis tetap saja bayar membutuhkan biaya, sehingga saya kurang sepakat untuk mengatakan istilah pendidikan gratis tetapi penddikan yang bermutu dan terjangkau “ jelas Ruwaida lagi.
Sehubungan dengan polemik pendidikan gratis yang ramai dibicarakan saat ini, Ruwaidah selaku pengelola pendidikan merasa terpanggil sekaligus memberikan contoh kongkrit sistim pengelolaan pendidikan di Kabupaten Gorontalo dengan program pendidikan yang bermutu dan terjangkau khususnya sekolah yang dipimpinnya., Agar tidak terkesan sebagai koprol dan obyektifnya penyampaian saya ini maka saya mengutip kembali tulisan wartawan senior Bapak Indrawan dalam majalah Nasional Teachers Guide (24 oktober 2010). yang mengungkapkan kekagumannya tentang pengelolaan pendidikan di Gorontalo Pak Indrawan berita sekolah dengan topik “Orang Tua Terlibat Hasilnya Bagus Sekali” sehubungan dengan kunjungannya di salah satu SD di Kabupaten Gorontalo sebagaimana dalam situs http://teacherguideonline.blogspot.com/2010/10/orang-tua-terlibat-hasilnya-bagus-sekali.html.
Saat memasuki halaman sekolah SDN2 Isimu Selatan, rasa haru disambut ulur-ulur dan tarian adat oleh beberapa siswa pria berseragam sekolah. ”Sengaja kami latih mereka, karena anak-anak sudah banyak melupakan adat di Kecamatan Tibawa,” kata Abubakar Mootalu, tokoh adat setempat yang ketua forum kelas 6, didampingi Iskandar Ismail S.Ag, ketua Komite Sekolah yang juga orangtua murid.
Bukan hanya sebatas upaya penghargaan budaya setempat. Pihak orangtua melalui komite sekolah juga berbuat banyak, termasuk dalam hal fisik seperti mengecat sekolah, merehab perpustakaan, membuat meja baca, menghias taman, membuat bangunan tempat baca di taman, serta terlibat dalam pendampingan di kelas. Mereka rela bekerja, karena memahami dana pengecatan sudah digunakan untuk membeli buku dan CD pembelajaran. Sebuah transparansi pengelolaan sekolah yang berakibat tergeraknya orang tua untuk mendukung peningkatan dan kemajuan sekolah.
Dulunya sekolah ini kurang diminati masyarakat sekitar. Bagi sekolah sederhana yang berlokasi di pinggiran sawah dan jauh dari ramai kota, dukungan masyarakat berbagai pihak adalah segalanya. Adalah kejelian sang kepala sekolah, untuk menjalin networking dan menggali dukungan berbagai pihak.
Menurut kepala sekolah Ruwaidah Aliyu S.Pd., seluruh siswa, orangtua murid, dan para guru, kelihatan sangat antusias mendandani sekolah agar makin nyaman dan menyenangkan bagi proses belajar mengajar di sana. Ada meja baca di depan kelas, dengan buku-buku pinjaman dari Perpustakaan Daerah Gorontalo, yang selalu diperbaharui.
Karena keterbatasan dana, satu CPU komputer melayani 4 monitor, di mana keempat siswa bisa membuka program atau game edukatif. “Ini membiasakan literasi teknologi informasi pada mereka, sekaligus sebagai ‘rival’ dari rental komputer yang menyediakan game-game yang tidak edukatif bagi anak. Anak-anak gemar ke sini, bahkan buka sampai selepas jam belajar,” jelasnya.
Benar, sebagai sekolah binaan MGP-BE, SDN 2 Isimu Selatan telah berhasil menumbuhkan semangat pembelajaran yang maksimal, bahkan memanfaatkan IT.
Sekolah menjadi ramah pada anak, memanusiakan anak, serta kaya dengan keterikatan budaya setempat. Pembelajaran PAKEM mengubah mereka menjadi menghargai alam lingkungan dan budaya sendiri. Semua stakeholder sekolah tampak bersatu memberikan yang terbaik pada anak, meski pun kondisi keuangan sekolah terbatas.
Inilah potret perubahan yang amat nyata, dan patut kita renungkan bersama. Hendaknya ini dapat menjadi model bagi sekolah-sekolah rakyat di Indonesia, yang kerap berjuang dengan kesendiriannya, yang sepi, mengayuh kemajuan tanpa gandeng tangan, dan nyaris putus asa.TG
Berikut ini email yang saya terima bulan November 2010.
“Terima kasih Ibu Ruwaidah Aliyu, atas kesempatan saya dapat berkunjung melihat dan meliput suasana pembelajaran yang hidup di sekolah yang Ibu pimpin, sebagaimana termuat dalam laporan ini.
Seyogyanya sekolah bermutu karena prosesnya yang bermutu, bukan lantaran infrastruktur atau kelengkapan sarana.
Potret sekolah SD Isimu Selatan yang sederhana, namun hidup dan penuh dengan kreatifitas belajar, seyogyanya dapat menjadi contoh bagi banyak sekolah lain di berbagai pelosok Indonesia “ Salam pendidikan! (Indrawan Miga)
Jadi sekali lagi ini bukan koprol tapi saya ingin hanya membagi informasi seperti apa yang terjadi di Kabupaten Gorontalo saat ini yang menjadi rujukan Bank Dunia bagi 50 Kab/Kota untuk beguru di Kab. Gorontalo. Dan apa yang kami buat di SDN 2 Isimu Selatan belum apa-apanya jika dibandingkan dengan sekolah lain tapi kami membangun Praktek Baik penyelenggaraan pendidikan dengan kebersamaan meraih pendidikan yang bekualitas.
Langganan:
Postingan (Atom)